Aurahack’s Weblog
Find all unimaginable things!!

Nov
23

setelah saya mengupdate ports pada freebsd dengan portupgrade, squid saya mengalami error pada autentikasi, sehingga menyebabkan proxy server tidak bisa jalan, error tampak sebagai berikut:

Can’t locate DBI.pm in @INC
(@INC contains: /usr/local/flashcp/
/usr/local/lib/perl5/5.8.8/BSDPAN
/usr/local/lib/perl5/site_perl/5.8.8/mach
/usr/local/lib/perl5/site_perl/5.8.8
/usr/local/lib/perl5/site_perl/5.8.7
/usr/local/lib/perl5/site_perl
/usr/local/lib/perl5/5.8.8/mach

selidik demi selidik, ternyata DBI perl  tidak tampak terinstall pada freeBSD, ntah mengapa -_-. Oleh karena itu saya langsung mencoba menginstall DBI, penginstallan dapat dilakukan dengan bermacam cara, salah satunya dengan command cpan:

# cpan
cpan1> install DBI
jika proses telah selesai ketik:

cpan> exit

Cara lain untuk memperbaiki error ini adalah dengan menginstall DBI via ports:

#cd /usr/ports/databases/p5-DBI
#make install clean

Setelah DBI diinstall, ternyata masih ada error sebagai berikut :
Error while connecting to MySQL. Failover enacted. install_driver(mysql) failed: Can’t locate DBD/mysql.pm in @INC(@INC contains: /usr/lib/perl5/ 5.8.7/ i686-linux/usr/lib/perl5/ 5.8.7 /usr/lib/perl5/ site_perl/ 5.8.7/i686-linux /usr/lib/perl5/ site_perl/5.8.7 / usr/lib/perl5/site_perl/ 5.8.5 /usr/lib/perl5/site_perl/ 5.8.4/usr/lib/perl5/site_perl/ 5.8.3 /usr/lib/perl5 /site_perl/5.8.2 /usr/lib/perl5/ site_perl/5.8.1 /usr/lib/perl5/ site_perl/5.8.0 /usr/lib/perl5/ site_perl ./scripts /scripts /scripts /scripts /scripts/scripts /scripts /scripts

error tersebut dapat diperbaiki dengan menginstall DBI::mysql

DBI::mysql dapat didownload di cpan.org

setelah didownload, unzip package tersebut, masuk ke folder hasil extract dan lakukan hal berikut:

# perl MakeFile.pl
# make
# make install

atau bisa juga menggunakan lagi cpan command (saya menggunakan cara ini):

# perl -MCPAN -e shell
cpan> install Bundle::DBD::mysql
cpan> install Bundle::DBI

cpan> exit

atau bisa juga dengan

# perl -MCPAN -e ‘force install DBD::mysql’
setelah melakukan hal diatas autentikasi squid berjalan normal kembali :D

Nov
23

Konfigurasi Awal Setelah Install FreeBSD

ngambil dari blognya janur, setelah sekian lama g buka wordpress, dipikir2 enak juga klo bikin dokumentasi sendiri ketimbang liat punya orang lain, wkwkwk…ok langsung aja.

Beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan setelah menginstall FreeBSD

Setelah menginstal FreeBSD sebagai server, ada baiknya kalau kita melakukan hal-hal berikut ini.

*****asumsi yang saya buat:

SSH sudah jalan dan komputer sudah tersambung dengan sebuah jaringan (pada kasus ini saya khususkan di lingkungan ITB, karena FreeBSD yang saya gunakan berada dalam kampus ITB)

****beberapa tambahan:

tanda // berarti comment yang dapat diabaikan (gaya bahasa java). Tanda // juga digunakan untuk mengutip isi sebuah file. Contoh:

//——————————
ISI FILE YANG DIKUTIP
//——————————

tanda # berarti status kita sebagai root, tetapi bila didalam sebuah file tanda # berfungsi sebagai comment

1. Mengeset static ip komputer

Kadangkala memang lebih enak kalau menggunakan service DHCP, tapi itu sebaiknya untuk client saja. Sedangkan untuk sebuah server sebaiknya kita men-set ip komputer dengan cara static. adapun caranya sebagai berikut:

a). Melihat status ethernet komputer, login sebagai root

# ifconfig

b). Setelah kita melihat status ethernet, kita set ip secara static. Adapun file yang harus diubah adalah /etc/rc.conf

//——————————
ifconfig_le0=”inet 167.205.44.238 netmask 255.255.255.192″
hostname=”rd-bsd.tf.itb.ac.id”
sshd_enable=”YES”   // ssh ini berfungsi agar komputer kita bisa di SSH
//——————————

c). Mengeset file /etc/resolv.conf

//——————————
domain tf.itb.ac.id
search tf.itb.ac.id
nameserver 167.205.44.3
nameserver 167.205.44.123
//——————————

d). Mengatur file /etc/make.conf (file ini berfungsi juga pada saat kita menginstall paket agar ftp yang digunakan adalah ftp lokal ITB, hal ini karena di ITB sulit untuk melakukan koneksi ke luar ITB jika tidak menggunakan proxy. Lagipula di ITB juga memiliki mirror FreeBSD)

//——————————
MASTER_SITE_OVERRIDE=ftp://ftp.itb.ac.id/pub/FreeBSD/ports/distfiles/${DIST_SUBDIR}/

CPUTYPE?=i386

CFLAGS=         -O2 -pipe -fno-strict-aliasing
COPTFLAGS=      -O2 -pipe -funroll-loops -ffast-math -fno-strict-aliasing
CXXFLAGS+=      -fconserve-space

KERNCONF=       SERVER GENERIC

OPTIMIZED_CFLAGS=       YES
WITHOUT_X11=            YES
BUILD_OPTIMIZED=        YES
WITH_CPUFLAGS=          YES
WITHOUT_DEBUG=          YES
WITH_OPTIMIZED_CFLAGS=  YES
NO_PROFILE=             YES
BUILD_STATIC=           YES
//——————————

e). Hal terakhir yang penting untuk dilakukan dalam mengeset ip static ini yaitu dengan perintah terakhir ini:

# sh /etc/rc

2. Mengupdate FreeBSD menjadi versi terbaru (atau bisa juga dikatakan stable-version)

Update FreeBSD ini penting dilakukan agar paket-paket yang terinstall di komputer kita bisa terus up-to-date. Adapun pake yang digunakan adalah cvsup. Paket ini tersedia di port collection FreeBSD.

a). Pastikan file /etc/make.conf telah sesuai dengan tutorial di atas
b). masuk ke ports collection yang mengandung cvsup kemudian menginstall paket tersebut

# cd /usr/ports/net/cvsup
# make config install clean

c). Setelah cvsup selesai di install. kita kembali ke home direktori (terserah mau ke user mana, atau kalo mau ke akun root juga boleh). Kemudian kita buat 2 buah file yang bernama “cvs-itb” dan “ports-itb”.
Isi file cvs-itb :

//——————————
*default tag=.
*default host=fileserver.lapi.itb.ac.id
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs
*default delete use-rel-suffix compress
src-all
//——————————

Isi file ports-itb :

//——————————
*default tag=.
*default host=fileserver.lapi.itb.ac.id
*default base=/var/db
*default prefix=/usr
*default release=cvs
*default delete use-rel-suffix compress
ports-all
//——————————

d). Setelah membuat kedua file tersebut, kita jalankan perintah

# cvsup -g -L2 cvs-itb ; cvsup -g -L2 ports-itb

e). Hal terakhir yang harus dilakukan adalah MENUNGGU, karena proses ini memakan waktu kira-kira sampai 59 menit

setelah cvsup, akan lebih baik jika kita mengupdate juga ports tree yg ada, hal ini dpt dilakukan dengan cara berikut:

# pkgdb -F
# portupgrade -a

ATAU

# portmaster -a

3. Install Text Editor Kesukaan Kita

Pada saat saya pertama kali menggunakan linux, text editor yang saya gunakan adalah vim. Sehingga sampai saat ini saya sangat gemar menggunakan text editor tersebut karena sudah familiar dengan text editor tersebut. Cara instalasi Vim sangat sederhana, yaitu (ketik pada command line):

# cd /usr/ports/editor/vim-lite
# make config install clean

Setelah vim di install, ada beberapa hal yang perlu kita set, yaitu file .vimrc (file ini sangat saya anjurkan terdapat di dalam home direktori kita bila kita ingin menggunakan vim, termasuk akun root juga sangat saya anjurkan memiliki file ini jika ingin menggunakan vim). Isi file .vimrc ini sebagai berikut:

//————————————-

set nocompatible

//————————————-

4. Install bash

Saya sudah terbiasa menggunakan linux yang secara default menggunakan shell bash. Karena itu ketika saya menggunakan FreeBSD yang secara default menggunakan shell sh saya menjadi sedikit canggung. Hal ini disebabkan karena kebiasaan saya yang suka menekan tombol TAB supaya bisa auto-complete. Karena itu saya menginstall bash dan mengganti shell environtment saya dengan bash. Cara install bash:

# cd /usr/ports/shells/bash
# make config install clean

Kemudian kita ganti default shell yang kita gunakan. Perintah umum yang digunakan untuk mengganti shell:

chsh <spasi> -s <spasi> <path shell yang digunakan> <spasi> <username>

5. Install gnuls

Kita pasti telah mengetahui perintah “ls” yang digunakan di dalam command line. Tapi sayangnya secara default perintah ini tidak menampilkan warna pada monitor sehingga kita sulit untuk membedakan antara file, folder, shortcut, ataupun yang lainnya. Instalasi gnuls dengan menggunakan ports collection FreeBSD.

# /usr/ports/misc/gnuls
# make config install clean

Setelah kita menginstall pake tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita setting, yaitu file .bashrc dan .bash_profile . Adapun baris perintah yang digunakan adalah sama pada kedua file ini, yaitu:

//————————————-

alias ls=’gnuls –color=auto -a’

//————————————-

May
16

1.Cari RFC ttg HTTP, kemudian jelaskan perintah/keyword umumnya(contoh:get,post,user,agent,cookies dst.)———>Optional

2.Komunikasi dengan server HTTP telnet:

a.Sembarang server dalam ITB

b.Sembarang server luar ITB

sampai mendapat isi HTML-nya dan bandingkan dengan browser!

3.Komunikasi dengan server mail telnet:

a.Sembarang server dalam ITB

b.Sembarang server luar ITB

sampai dapet tulisan 250 OK queue as XXXXX, tunjukkan inboxnya!

4.Bikin guest book pake PHP ! Submit ke mentor…

——————————————————————————

1.Request for Comments (RFC) adalah salah satu dari seri dokumen infomasi dan standar Internet bernomor yang diikuti secara luas oleh perangkat lunak untuk digunakan dalam jaringan, Internet dan beberapa sistem operasi jaringan, mulai dari Unix, Windows, dan Novell NetWare. RFC kini diterbitkan di bawah arahan Internet Society (ISOC) dan badan-badan penyusun-standar teknisnya, seperti Internet Engineering Task Force (IETF) atau Internet Research Task Force (IRTF). Semua standar Internet dan juga TCP/IP selalu dipublikasikan dalam RFC, meskipun tidak semua RFC mendefinisikan standar Internet. Beberapa RFC bahkan hanya menawarkan informasi, percobaan/eksperimen, atau hanya informasi sejarah saja.

Sebelum menjadi sebuah dokumen RFC, sebuah dokumen yang diajukan akan dianggap menjadi draf Internet (Internet draft), yang merupakan sebuah dokumen yang umumnya dikembangkan oleh satu orang pengembang di dalam kelompok kerja IETF atau IRTF. Sebagai contoh, kelompok kerja IPv6 (IPv6 working group) mengkhususkan usahanya hanya untuk mengembangkan standar-standar yang akan digunakan pada IPv6, protokol calon pengganti IPv4. Setelah beberapa waktu, dokumen tersebut akan diulas dan akhirnya harus diterima secara konsensus oleh para penguji. Dan setelah diterima, maka IETF pun menerbitkan versi final dari draf Internet tersebut menjadi sebuah RFC dan kemudian memberikan nomor urut kepadanya, yang disebut sebagai RFC Number.

-fungsi get:mengambil suatu file dari sebuah link

2. a.Saya mencoba membuka page ARC, begini nih hasilnya dari command prompt:

ini tampilan web pagenya:

b.Situsyang dari luar ini merupakan situs sharing manga terbesar :p berikut HTML-nya:

Tampilan situsnya kaya gini:

3.

a.Untuk dalam ITB yang dituju adalah s.itb.ac.id/167.205.1.73 command prompt:

command yang dilakukan:

bukti berhasil:

b. Mail di luar ITB,saya pake mail.yahoo.co.id, pake .com g bisa g tau kenapa…:

command yang dilakukan:

bukti berhasil:

4.Disubmit pada mentor saya:aisar@arc.itb.ac.id